TASIKMALAYA, duaempat.com – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKB, Asep Endang Muhammad Syam, menerima berbagai curhatan warga dalam Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di Aula Serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (11/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Indihiang dan Cipedes untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait persoalan fasilitas dasar di lingkungan mereka, mulai dari tempat pembuangan sampah hingga penerangan jalan.
Ketua RT 02 Kampung Sampang, Kelurahan Sukamaju Kidul, Asep Ahmad (27), mengatakan warga kini kesulitan membuang sampah setelah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sebelumnya dibangun secara swadaya tidak lagi bisa digunakan.
“TPS yang dulu kami bangun secara swadaya sudah ditutup. Kami sudah mencoba bernegosiasi untuk menggunakan lahan di sekitar wilayah, tetapi sampai sekarang belum ada solusi. Warga kebingungan harus membuang sampah ke mana,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Kondisi jalan yang gelap dinilai menyulitkan masyarakat, terutama saat proses pemakaman dilakukan pada malam hari.
“Kami sangat berharap ada pemasangan lampu PJU. Kalau ada warga meninggal malam hari, proses pemakaman jadi sangat sulit karena akses jalannya gelap sekali,” tambahnya.
Menanggapi berbagai curhatan tersebut, Asep Endang menegaskan bahwa reses merupakan kesempatan penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Reses ini menjadi sarana bagi kami untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dengan mendengar langsung dari warga, kami bisa mengetahui kebutuhan yang paling mendesak di lingkungan mereka,” kata Asep Endang.
Ia menambahkan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD agar dapat menjadi perhatian pemerintah kota.
“Kami akan menginventarisasi setiap aspirasi yang masuk. Nanti akan kami dorong agar bisa masuk dalam program pembangunan pemerintah daerah, sehingga persoalan yang disampaikan warga benar-benar mendapatkan solusi,” ujarnya.
Asep Endang juga berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, karena reses merupakan jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Melalui reses seperti ini, kami bisa mengetahui langsung kondisi riil di lapangan sehingga kebijakan yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (Dekos) ***
