Tasikmalaya, duaempat.com – Kepanikan sempat menyelimuti area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/2/2026). Kobaran api tiba-tiba muncul dari satu unit sepeda motor jenis bebek yang baru saja selesai mengisi bahan bakar, sekitar pukul 11.40 WIB.
Api dengan cepat membesar dan menyambar bagian atap mesin pengisian BBM hingga meninggalkan bekas hitam. Warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi spontan menjauh untuk menghindari kemungkinan ledakan atau kebakaran yang lebih luas.
Beruntung, kesigapan petugas SPBU mencegah situasi semakin memburuk. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengambil sejumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan berupaya menjinakkan si jago merah. Dalam waktu singkat, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke fasilitas utama maupun tangki penampungan BBM.
Salah seorang petugas SPBU, Anggi, menuturkan kebakaran terjadi secara mendadak sesaat setelah proses pengisian selesai dilakukan.
“Kejadiannya kurang lebih pukul 11.40 WIB. Setelah selesai mengisi BBM, tiba-tiba api langsung menyambar dan membakar motor,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus pendek pada sistem kelistrikan sepeda motor tersebut. Percikan api diduga muncul dari bagian mesin atau kabel, lalu dengan cepat membesar karena berada di area pengisian bahan bakar.
Sepeda motor yang terbakar diketahui milik seorang warga asal Kecamatan Tamansari, tepatnya wilayah Gobras. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
“Motornya jenis bebek, kata pemiliknya warga Gobras. Setelah api padam, motor langsung dibawa kembali oleh pemiliknya,” tambah Anggi.
Pantauan di lokasi pascakejadian, petugas SPBU tampak membersihkan sisa material kebakaran dan serbuk dari alat pemadam api. Area mesin pengisian yang sempat terdampak juga masih dalam tahap pembersihan.
Meski sempat memicu kepanikan, situasi di SPBU Jalan Letjen Mashudi berangsur normal dan aktivitas pengisian bahan bakar kembali berjalan dengan pengawasan ketat dari petugas setempat. (Sutisna) ***







