Seminar Proposal Gelombang Pertama Diikuti 54 Mahasiswa

TASIKMALAYA, duaempat.com – Sebanyak 54 mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya mengikuti seminar proposal skripsi, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa sebelum melanjutkan penelitian dan penyusunan skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan.

Rektor INU Tasikmalaya, Dr H Pepep Puad Muslim menuturkan, peserta seminar proposal berasal dari lima program studi (prodi) dan dibagi ke dalam 11 ruangan yang telah disiapkan oleh panitia. Di setiap ruangan terdapat dua orang dosen penguji yang memberikan penilaian sekaligus masukan terhadap rencana penelitian para mahasiswa.

“Jumlah mahasiswa yang diuji oleh masing-masing dosen pun bervariasi, mulai dari dua hingga sepuluh orang, menyesuaikan dengan program studi yang diampu,” kata Pepep di ruang kerjanya.

Pepep menjelaskan, bahwa seminar proposal merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam proses penyusunan skripsi mahasiswa. Seminar proposal tersebut, kata dia, menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempresentasikan rancangan penelitian mereka.

“Dari forum ini mahasiswa mendapatkan masukan, kritik, dan arahan dari para dosen penguji agar penelitian yang dilakukan memiliki arah yang jelas serta metodologi yang tepat,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi proses akademik formal, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara ilmiah.

“Melalui seminar proposal ini mahasiswa dilatih untuk mempertanggungjawabkan gagasan penelitiannya di hadapan para dosen. Hal ini penting agar ketika masuk ke tahap penelitian dan penulisan skripsi, mahasiswa sudah memiliki landasan yang kuat,” katanya.

Pepep berujar, sebelum mengikuti seminar proposal mahasiswa harus terlebih dahulu memenuhi sejumlah persyaratan akademik. Di antaranya menyelesaikan administrasi, mengikuti serta lulus ujian komprehensif (kompre), dan melakukan pendaftaran melalui Sistem Informasi Manajemen Akademik (SIMAK).

Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan seminar proposal kali ini merupakan gelombang pertama pada tahun akademik tersebut. Pihak kampus berencana kembali menggelar seminar proposal gelombang kedua setelah perayaan Idulfitri bagi mahasiswa yang belum mengikuti tahap ini.

“Seminar proposal ini bukanlah tahap akhir, melainkan awal dari perjalanan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir sebelum nantinya mengikuti wisuda,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Muna, mengungkapkan bahwa persiapan mengikuti seminar proposal sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa semester sebelumnya.

“Persiapan untuk sempro ini sebenarnya sudah dimulai sejak pengajuan judul di semester lima atau enam melalui mata kuliah metode penelitian. Kemudian di semester tujuh ada mata kuliah teknik penulisan skripsi sekaligus bimbingan dengan dosen,” pungkasnya. (Lisna) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *